Tampilkan postingan dengan label Everyday's Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Everyday's Life. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 November 2011
Aku Tersipu
Sepertinya memang itulah kelemahan seorang wanita bahwa sekuat apapun dirinya berteduh, hanya pada rayuan sang pecintalah dirinya tak kuasa mengeluh. Bahkan dirinya menjadi berpeluh menahan bait-bait rayu yang kian menyentuh hati yang pilu.
Sama halnya dengan apa yang tengah saya alami, tanpa merinci asal muasal dan detail personal pemeran di dalam kisah saya, saya mampu mengangguk setuju dengan pernyataan di atas itu.
Memang benar, tanpa melihat siapapun dia yang menjadi perayu tetap saja buaian rayu selalu terdengar merdu dan butiran kata-katanya itu yang merayu selalu membuat pipi memerah malu dan hati yang biru menjadi syahdu. Puja-puji merayu memang sungguh mampu membuat keangkuhan saya merapuh dan mulai melumpuh.
Inilah salah satunya:
Dealova,,,
aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena langkah merapuh tanpa dirimu
oh karena hati tlah letih
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh
aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
tanpamu sepinya waktu merantai hati
oh bayangmu seakan-akan
kau seperti nyanyian dalam hatiku
yg memanggil rinduku padamu
seperti udara yg kuhela kau selalu ada
hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
tanpa dirimu aku merasa hilang
dan sepi, dan sepi
selalu ada, kau selalu ada
Belajar Itu Sabar
"Sekedar belajar itu biasa tetapi terus belajar hingga mendekati benar barulah luar biasa..."
Begitulah bunyi nasihat almarhum papa saya yang hingga saat inipun senantiasa terngiang ketika rasa malas mulai menjerat dan mengikat-ikat asa saya bila tengah mempelajari sesuatu yang baru.
Bermula sekitar sebulan yang lalu, saat saya mulai jengah dengan keterbatasan saya dalam berkendara. Saya hanya mampu mengoperasikan kendaraan roda empat sementara,saat ini keadaannya sudah berbeda. Tidak ada lagi mobil pribadi yang dapat saya kuasai sendiri dan lagi saya tinggal di pulau Bali yang mana sepeda motor sama pentingnya dengan kedua bilah kaki.
Akhirnya dengan bantuan seorang pemuda yang sangat dapat di andalkan, mulailah saya belajar mengendarai sepeda motor bersamanya. Bongkahan rasa malu dan takut selalu menggendut setiap kali waktu belajar sudah menjemput. Namun wajah sabar dan penuh harap dari sang "guru" itu yang akhirnya menguatkan saya untuk kemudian duduk di belakangnya dan berangkat ke sebuah lapangan sepi tempat saya belajar untuk berani.
Mulanya latihan pertama hanya berisi jeritan-jeritan ketakutan. Kemudian beralih ke tindakan mogok latihan karena lapangan seketika penuh orang. Selanjutnya godaan untuk bermain dengan ponsel pun turut menambah daftar penghalang proses belajar sepeda motor ini.
Sepekan berlalu dan saya masih terpaku di lapangan itu. Saya yang mulai terbakar rasa malu saya sendiri kini akhirnya terdampar pilu di tepian lapangan dan bahkan menangis menahan beban kesal mendapati diri saya hanya mampu menjadi bintang lapangan. Belum lagi rasa kesal semakin menjadi-jadi bila teringat ejekan kerabat-kerabat dekat kepada saya yang masih belum berani bersepda motor di jalan raya.
2 Hari kemudian
Rupanya hinaan yang datang berdampak cemerlang. Meskipun terdengar sangat menyakitkan tetapi kesakitan itu menjadi sebuah kekuatan untuk kemudian meberanikan diri saya berkendara di jalan raya. Akhirnya dengan mengajak mama, saya berkendara mengelilingi tempat-tempat mereka yang tadinya mengolok-olok kemampuan saya. Walaupun sepeda motor saya melaju seperti orang yang lesu dan beberapa kali terhenti dan bertumpu pada kaki, saya tetap bangga luar biasa.Paling tidak, kini saya telah sampai pada tahap akhir dari sebuah proses yang telah saya mulai.
"Perkara bisa mahir, itu semua akan menjadi bisa karena terbiasa"
Begitulah lanjutan nasihat papa dulu kala saya baru berani mengemudikan mobil seorang diri.
Senin, 31 Oktober 2011
Secawan Memori
Kemang, 12 Juni
2011
Secawan soto
khas ibukota sontak mengantarkan saya pada barisan memori indah yang terjadi di
awal bulan Januari. Soto bersantan yang berisi jeroan sapi itu berhasil menggetarkan
hati setiap kali melihat nama menu tersebut di mana-mana. Sejujurnya saya bukanlah
penggemar masakan berkuah ini, tetapi soto betawi akhirnya sempat menjadi menu
santap siang saya beberapa kali. Hal itu semua berawal dari seseorang yang saya
kenal di awal tahun ini. Dia mencintai soto betawi seperti halnya saya
mencintai nasi Biryani.
Tidak ada yang
menarik sebenarnya dari secawan soto betawi yang kini rutin saya nikmati. Hanya
saja saya senang mengalami sensasi yang menjalari hati seketika mengamati cawan
bersantan di depan mata saya. Bukan sekedar rasa lezat yang ditawarkan, tetapi
letupan-letupan mimpi dan harapan yang pernah saya jalin mampu membuat saya
tersipu malu seorang diri. Persis
seperti sedang jatuh cinta.
Cukup lama saya
tergelincir dalam perasaan syahdu. Tak sebentar saya mencoba menafsirkan rasa
yang meraba hati dan pikiran saya selama beberapa bulan saat dirinya tidak
kalah rajin menyapa saya dengan bantuan beberapa aplikasi yang ada di perangkat
pandai kami masing-masing. Namum seiring bulan bergulir, semakin jarang dia
bertandang. Seketika itu pula harapan dan mimpi-mimpi mulai meredup sembari
meyakini bahwa rencana tuhan selalu lebih baik dari mimpi saya pribadi.
Entah mengapa, beberapa
waktu lalu rasa ingin menikmati secawan soto betawi muncul kembali. Tidak
disangka, cawan bersantan kesukaannya masih tetap memberikan sensasi yang
serupa. Seolah memiliki konektivitas yang otomatis, sensasinya tetap membawa
saya pada cerita-cerita lama yang indah bersama dia. Seolah saya tengah berada
di ruang dan waktu yang mana dia selalu menemani saya bercanda tawa hingga
senja menyapa ibukota. Suapan terakhir pun turut membawa memori biru ketika dia
harus kembali meninggalkan tanah air dan tentunya membiarkan saya tetap di sini
dengan segenap mimpi-mimpi baru yang rupanya tak kunjung menyatu ke alam nyata.
Sambil menikmati
jalanan kota, Saya tetap bertanya-tanya mengapa saya mendambakan soto betawi di
siang tadi sampai akhirnya sesuatu menyadarkan saya bahwa hari ini adalah hari
ulangtahunnya. Tiba-tiba saya teringat ucapan teman saya “ ketika kita memikirkan seseorang , dia pun pasti tengah memikirkan
kita ibarat frekuensi radio, kita dan yang kita pikirkan sebenarnya berada
dalam frekuensi yang sama” dan saya pun mulai malu-malu dan mungkin pipi
saya kini sudah merona merah muda.
Jumat, 17 Juni 2011
Puing-Puing Skripsi
oh NO!!!!
sekarang sudah setahun berlalu
saat itu, 17 Juni di tahun lalu
ketika segala perjuangan sedang dipertanyakan
dan alhamdulilah :) saya Lulus
untuk mengenang masa-masa itu,
saat dimana skripsi berhasil memutarbalikkan duniaku
turut ku sertakan seberkas tulisan di bulan April, di tahun lalu
Bunga and Her BackPack
Kalau melihat judulnya pasti suasana yang timbul di benak hati adalah” ooo,,, ini pasti akan bercerita betapa serunya perjalanan keliling asia atau traveling hemat di eropa atau apalah lagi..”
Tapi.. sayang disayang.. Bunga en d’ Backpacker bercerita berbeda. Sebelum menembus kisah Bunga,, mari kita berkenalan dengan Bunga.
Bunga adalah seorang gadis biasa yang sangat perempuan. Mulai dari nama hingga penampilan dan pembawaan dirinya. Sampai-sampai.. orang –orang disekelilingnya tahu bahwa bunga nyaris tidak pernah memakai sepasang sepatu keds untuk menemani hari-harinya. Nyariiiis... karena sepatu keds digunakan hanya sesuai dengan fungsinya : olahraga dan alas kaki menuju sekolah menengah ( dulu....)
Dari bawah mari kita naik ke atas sedikit. Bunga jarang sekali membiarkan kedua bilah kakinya dipeluk erat oleh celana karena dia lebih suka mengenakan lembaran kain yang dijadikan rok atau terusan khas untuk perempuan. Namun semenjak kuliah, keadaan menuntutnya menahan kemauannya, dinamika kota Jakarta yang padat merayap dan tidak senyaman kampung halaman nya itu membuatnya mau tidak mau memiliki beberapa pasang celana panjang.
Tapi.. Bunga tetaplah Bunga, sisi maskulinitas tetap tidak terasa mendominasi karena bagian torsonya selalu terbalut blus berpotongan wanita ayu era Victoria. Ruffles, rimple, renda, polkadot, flowery, and tali temali pasti menjadi pilihannya. Jadi jangan kaget kalau isi lemari Bunga nyaris tidak menemukan lembaran kaos oblong. Belum lagi.. tas nya tidak pernah membebani punggungnya, selalu tertata rapi di samping kanan atau kiri tubuhnya. Pendek kata,, she has no backpack at her closet..
Selain itu.. hal yang sulit terlepas dari sosoknya adalah rangkaian aksesoris yang entah itu menumpuk di pangkal tangan atau melingkar di leher atau bahkan tersemat manis di tengah-tengah rambutnya yang panjangnya juga tidak pernah diatas bahu.
Huuwh,,, sungguh melelahkan bila membayangkan perangkat gadis bernama Bunga.. Tetapi lebih lelah lagi melihat dia yang kini tengah sibuk dengan skripsinya. Boleh dikata skripsi telah mengalihkan dunia perempuan Bunga. Skripsi membuatnya harus menyertakan seperangkat laptop dan bundelan kertas-kertas hasil bimbingannya. Sebulan lebih dia berskripsi dengan semua perangkat cantiknya yang melengkapi tubuhnya.
Tetapi perempuan ini mulai melemah mendapati tangan kanan dan kirinya dipenuhi perangkat skripsi. Akhirnya Bunga harus mengalah dengan egonya sebagai perempuan karena dia.. kini berjalan dengan boy friend’s t-shirts lengkap dengan Backpacker yang jauh sekali dari kata Girlie...
Kamu tau apa respon di sekitar Bunga? Hampir setiap hari, semua teman dekat bahkan yang tidak begitu dekatpun selalu bertanya
“ Kenapa Bung????? Lo lagi sakit?? “
Sang Bunga pun hanya tertawa membalas reaksi teman-temannya dan berkata
”sampai ketemu Bunga yang sebenarnya pas wisuda”
sekarang sudah setahun berlalu
saat itu, 17 Juni di tahun lalu
ketika segala perjuangan sedang dipertanyakan
dan alhamdulilah :) saya Lulus
untuk mengenang masa-masa itu,
saat dimana skripsi berhasil memutarbalikkan duniaku
turut ku sertakan seberkas tulisan di bulan April, di tahun lalu
Bunga and Her BackPack
Kalau melihat judulnya pasti suasana yang timbul di benak hati adalah” ooo,,, ini pasti akan bercerita betapa serunya perjalanan keliling asia atau traveling hemat di eropa atau apalah lagi..”
Tapi.. sayang disayang.. Bunga en d’ Backpacker bercerita berbeda. Sebelum menembus kisah Bunga,, mari kita berkenalan dengan Bunga.
Bunga adalah seorang gadis biasa yang sangat perempuan. Mulai dari nama hingga penampilan dan pembawaan dirinya. Sampai-sampai.. orang –orang disekelilingnya tahu bahwa bunga nyaris tidak pernah memakai sepasang sepatu keds untuk menemani hari-harinya. Nyariiiis... karena sepatu keds digunakan hanya sesuai dengan fungsinya : olahraga dan alas kaki menuju sekolah menengah ( dulu....)
Dari bawah mari kita naik ke atas sedikit. Bunga jarang sekali membiarkan kedua bilah kakinya dipeluk erat oleh celana karena dia lebih suka mengenakan lembaran kain yang dijadikan rok atau terusan khas untuk perempuan. Namun semenjak kuliah, keadaan menuntutnya menahan kemauannya, dinamika kota Jakarta yang padat merayap dan tidak senyaman kampung halaman nya itu membuatnya mau tidak mau memiliki beberapa pasang celana panjang.
Tapi.. Bunga tetaplah Bunga, sisi maskulinitas tetap tidak terasa mendominasi karena bagian torsonya selalu terbalut blus berpotongan wanita ayu era Victoria. Ruffles, rimple, renda, polkadot, flowery, and tali temali pasti menjadi pilihannya. Jadi jangan kaget kalau isi lemari Bunga nyaris tidak menemukan lembaran kaos oblong. Belum lagi.. tas nya tidak pernah membebani punggungnya, selalu tertata rapi di samping kanan atau kiri tubuhnya. Pendek kata,, she has no backpack at her closet..
Selain itu.. hal yang sulit terlepas dari sosoknya adalah rangkaian aksesoris yang entah itu menumpuk di pangkal tangan atau melingkar di leher atau bahkan tersemat manis di tengah-tengah rambutnya yang panjangnya juga tidak pernah diatas bahu.
Huuwh,,, sungguh melelahkan bila membayangkan perangkat gadis bernama Bunga.. Tetapi lebih lelah lagi melihat dia yang kini tengah sibuk dengan skripsinya. Boleh dikata skripsi telah mengalihkan dunia perempuan Bunga. Skripsi membuatnya harus menyertakan seperangkat laptop dan bundelan kertas-kertas hasil bimbingannya. Sebulan lebih dia berskripsi dengan semua perangkat cantiknya yang melengkapi tubuhnya.
Tetapi perempuan ini mulai melemah mendapati tangan kanan dan kirinya dipenuhi perangkat skripsi. Akhirnya Bunga harus mengalah dengan egonya sebagai perempuan karena dia.. kini berjalan dengan boy friend’s t-shirts lengkap dengan Backpacker yang jauh sekali dari kata Girlie...
Kamu tau apa respon di sekitar Bunga? Hampir setiap hari, semua teman dekat bahkan yang tidak begitu dekatpun selalu bertanya
“ Kenapa Bung????? Lo lagi sakit?? “
Sang Bunga pun hanya tertawa membalas reaksi teman-temannya dan berkata
”sampai ketemu Bunga yang sebenarnya pas wisuda”
Selasa, 24 Mei 2011
Serupa dengan Si Itik Buruk Rupa :D
Waktu kecil.. saya sering sekali mendapat julukan-julukan yang kurang sedap didengar,, (menurut saya). Memang, saat SD saya tergolong anak kecil bertubuh tambun dan subur. Lantas teman-teman sekolah menjuluki saya si gajah bahkan si gajah bengkak (padahal,, kalau saya lihat lagi foto-foto saya dulu, ooh my god,,, tubuh saya jauh lebih kecil dari ukuran si Dumbo).

Ketika beranjak dewasa,yang mana tubuh saya mulai berlekuk dan wajah senantiasa terpahat mengiringi pertambahan usia, julukan si gajah luntur seketika hilangnya lemak-lemak di tubuh saya. Saya yang dulunya minder kini semakin keblinger berkat julukan-julukan baru yang menurut saya terlalu gila karena semenjak itu, mereka panggil saya Salma(Hayek) :D

Saya tidak mengada-ada… tapi begitulah adanya. Namun jauh sebelum saya dilansir menyerupai Salma Hayek, saya sempat juga dijuluki seperti Sarah Azhari untuk periode yang cukup panjang. Saya tidak pernah kesal dengan sosok siapapun yang mereka sebut menyerupai saya. Hanya saja, mereka meninggalkan kebingungan tersendiri bagi saya untuk mencari kemiripan saya dan sang selebriti.
.
Lain lagi ceritanya ketika saya masih duduk di bangku SMA. Lagu I’m Like A Bird milik Nelly Furtado sedang booming. hingga muncul pernyataan yang mengatakan saya mirip dengan Nelly Furtado. Segera saya perhatikan seksama cover albumnya, saya bolak-balik menatap wajah mungilnya,,

" "hmmmm…,,slightly the same from far above,,, :D yah,, mungkin karena sama-sama berkulit coklat matang saja"
“Aura” Nelly Furtado mulai memudar seketika film After The Sunset yang dibintangi Pierce Brosnan dan Salma Hayek rilis (saya tidak menonton filmnya tetapi, satu yang saya ingat, video klip Tempted2Touch milik Rupee yang menjadi soundtrackya benar-benar erotis saat itu :D). Sejak saat itu,orang-orang mulai beranggapan saya mirip Salma Hayek.

Sungguh sesuatu yang aneh. Bukannya saya tidak suka dibilang mirip si bidadari latin itu, tetapi saya heran,, "apanya sih yang mirip??"
Periode Salma berlangsung hingga saat ini. Tetapi sekarang, saya juga mendapat tambahan julukan. Almarhum ayah saya bahkan ikut-ikutan sepaham dengan anggapan bahwa saya sangat-sangat mirip dengan si bintang sinetron dalam negeri, Yasmine Wildblood,

" oh tuhaaaan,,,, lagi-lagi saya dihadapkan pada riset pribadi mencari-cari kemiripan saya dan si selebriti".
Belum selesai meredam rasa heran yang bertubi-tubi. Saya dihadapkan lagi dengan anggapan terkini dari orang yang belakangan ini sering mencuri-curi pandang ke arah dimana saya berdiri.Bahkan Tak segan-segan dia memanggil saya dengan nama si maha bintang yang menurut saya kecantikannya sungguh luar biasa. Tak henti-hentinya menggelengkan kepala dengan pendapat dia yang setuju bahwa saya serupa dengan dia, Penelope Cruz,,

Sekarang ini saya berhenti mencari-cari sisi kemiripan diri.
Saya lantas memilih mengobati kebingungan diri dengan mencoba menganalogikan kisah ini. Anggaplah kisah saya ini serupa dengan cerita si Itik Buruk Rupa yang ketika dewasa menjelma menjadi Angsa yang cantik Jelita. :D hanya bedanya si Itik dalam kisah saya sosoknya lebih tambun dan makmur.
Case Closed!!!!

Ketika beranjak dewasa,yang mana tubuh saya mulai berlekuk dan wajah senantiasa terpahat mengiringi pertambahan usia, julukan si gajah luntur seketika hilangnya lemak-lemak di tubuh saya. Saya yang dulunya minder kini semakin keblinger berkat julukan-julukan baru yang menurut saya terlalu gila karena semenjak itu, mereka panggil saya Salma(Hayek) :D

Saya tidak mengada-ada… tapi begitulah adanya. Namun jauh sebelum saya dilansir menyerupai Salma Hayek, saya sempat juga dijuluki seperti Sarah Azhari untuk periode yang cukup panjang. Saya tidak pernah kesal dengan sosok siapapun yang mereka sebut menyerupai saya. Hanya saja, mereka meninggalkan kebingungan tersendiri bagi saya untuk mencari kemiripan saya dan sang selebriti.
.
Lain lagi ceritanya ketika saya masih duduk di bangku SMA. Lagu I’m Like A Bird milik Nelly Furtado sedang booming. hingga muncul pernyataan yang mengatakan saya mirip dengan Nelly Furtado. Segera saya perhatikan seksama cover albumnya, saya bolak-balik menatap wajah mungilnya,,

" "hmmmm…,,slightly the same from far above,,, :D yah,, mungkin karena sama-sama berkulit coklat matang saja"
“Aura” Nelly Furtado mulai memudar seketika film After The Sunset yang dibintangi Pierce Brosnan dan Salma Hayek rilis (saya tidak menonton filmnya tetapi, satu yang saya ingat, video klip Tempted2Touch milik Rupee yang menjadi soundtrackya benar-benar erotis saat itu :D). Sejak saat itu,orang-orang mulai beranggapan saya mirip Salma Hayek.

Sungguh sesuatu yang aneh. Bukannya saya tidak suka dibilang mirip si bidadari latin itu, tetapi saya heran,, "apanya sih yang mirip??"
Periode Salma berlangsung hingga saat ini. Tetapi sekarang, saya juga mendapat tambahan julukan. Almarhum ayah saya bahkan ikut-ikutan sepaham dengan anggapan bahwa saya sangat-sangat mirip dengan si bintang sinetron dalam negeri, Yasmine Wildblood,

" oh tuhaaaan,,,, lagi-lagi saya dihadapkan pada riset pribadi mencari-cari kemiripan saya dan si selebriti".
Belum selesai meredam rasa heran yang bertubi-tubi. Saya dihadapkan lagi dengan anggapan terkini dari orang yang belakangan ini sering mencuri-curi pandang ke arah dimana saya berdiri.Bahkan Tak segan-segan dia memanggil saya dengan nama si maha bintang yang menurut saya kecantikannya sungguh luar biasa. Tak henti-hentinya menggelengkan kepala dengan pendapat dia yang setuju bahwa saya serupa dengan dia, Penelope Cruz,,

Sekarang ini saya berhenti mencari-cari sisi kemiripan diri.
Saya lantas memilih mengobati kebingungan diri dengan mencoba menganalogikan kisah ini. Anggaplah kisah saya ini serupa dengan cerita si Itik Buruk Rupa yang ketika dewasa menjelma menjadi Angsa yang cantik Jelita. :D hanya bedanya si Itik dalam kisah saya sosoknya lebih tambun dan makmur.
Case Closed!!!!
Minggu, 17 April 2011
Lelaki (Lelaki)-Ku
Melajang hingga menjelang seperempat abad bukanlah hal yang salah. Saya malah mendapati diri saya sumringah meski terkadang lelah menanti calon pelepas masa lajang yang belum juga datang...
Sang pembunuh masa lajang sebenarnya sudah siap melangkah untuk memanah ruas-ruas hati saya yang seolah belum berubah. Tetapi sulit bagi saya memilih salah satu dari panah -panah mereka.
Sekarang,, daripada terus menjelajah dan menelaah mereka yang sedang berusaha memanah,,lebih baik saya menggeledah siapa-siapa saja yang sudah berhasil membelah hati saya untuk kemudian bernaung di dalamnya dan membuat saya mengalah lalu berkata tanpa dusta bahwa "aku cinta dia"
Weiiitss...tapi jangan berharap saya akan membeberkan foto-fotodia(dia) yang menawarkan cita-cita dan cinta pada saya tetapi mereka yang ada adalah dia(dia) yang sudah dipanah namun tidak mungkin mengalah untuk saya :D
Dia(dia) adalah:
John Abraham

Terlahir dengan ramuan darah yang beragam membuat saya berselera macam-macam. Sentuhan India yang turut membesarkan, membuat saya tak mampu berdusta bahwa pesona India selalu jadi juara dan "sungguh..aku cinta dia"
Besar di era globalisasi tidak menutup mata saya dari dia(dia) yang menghiasi layar kaca.
Charles Bartholomew a.k.a Chuck Bass

Dia, apapun yang ada dalam dirinya berhasil mengalihkan dunia saya dengan sempurna. Satu hal yang menjadi favorit saya adalah gaya bicaranya yang pelan dan tajam penuh pesona. " Ya,,, aku cinta dia!!!"
Ian Somerhalder a.k.a Damon Salvatore

Di antara sederet Vampire-Vampire kelas atas yang merajai dunia hiburan,, hati saya hanya melemah tanpa syarat pada si dia. Vampire yang berada di lingkungan sederhana ini berhasil membuat saya bicara "Aku mencintainya"
Akibat tak mau berkiblat pada satu wilayah, akhirnya di daratan Asia timur pun saya sudah terpanah oleh dia(dia)
Jerry Yan a.k.a Tao Ming Se

Sosok penuh misteri ini sempat membuat saya ingin menyipitkan mata, meluruskan rambut dan memutihkan kulit coklat saya agar saya tampak seperti San Cai,,"Wo ai Tao Ming Se"
Won Bin

Baru mengenalnya dari satu film saja saya sudah cukup yakin dengan pesonanya yang membuat saya terjaga dan terus berkata dalam dada " aku memang cinta dia"
Tetapi bila berbalik lagi ke tahun-tahun sebeleum saya pantas disebut sebagai wanita dewasa yang telah meninggalkan usia remajanya,,sosok inilah yang paling berjasa menghiasi meja belajar saya sejak umur 12 tahun...
Ricky Martin

Panah-panah asmara yang berhasil mereka luncurkan rupanya hanya mampu membuai dunia mimpi saya, karena pada kenyataannya,, para lelaki yang membuat saya lemah tak berdaya sungguh jauh berbeda dari mereka. Walaupun sampai kini belum juga ada yang memanah dengan kepastian cita-cita dan cinta itu,, saya berharap.. nantinya masa lajang saya akan berakhir di medan cinta yang mana saya maupun sang pangeran cinta akan mengalah demi cinta kami berdua. Amiin :)
Sang pembunuh masa lajang sebenarnya sudah siap melangkah untuk memanah ruas-ruas hati saya yang seolah belum berubah. Tetapi sulit bagi saya memilih salah satu dari panah -panah mereka.
Sekarang,, daripada terus menjelajah dan menelaah mereka yang sedang berusaha memanah,,lebih baik saya menggeledah siapa-siapa saja yang sudah berhasil membelah hati saya untuk kemudian bernaung di dalamnya dan membuat saya mengalah lalu berkata tanpa dusta bahwa "aku cinta dia"
Weiiitss...tapi jangan berharap saya akan membeberkan foto-fotodia(dia) yang menawarkan cita-cita dan cinta pada saya tetapi mereka yang ada adalah dia(dia) yang sudah dipanah namun tidak mungkin mengalah untuk saya :D
Dia(dia) adalah:
John Abraham

Terlahir dengan ramuan darah yang beragam membuat saya berselera macam-macam. Sentuhan India yang turut membesarkan, membuat saya tak mampu berdusta bahwa pesona India selalu jadi juara dan "sungguh..aku cinta dia"
Besar di era globalisasi tidak menutup mata saya dari dia(dia) yang menghiasi layar kaca.
Charles Bartholomew a.k.a Chuck Bass

Dia, apapun yang ada dalam dirinya berhasil mengalihkan dunia saya dengan sempurna. Satu hal yang menjadi favorit saya adalah gaya bicaranya yang pelan dan tajam penuh pesona. " Ya,,, aku cinta dia!!!"
Ian Somerhalder a.k.a Damon Salvatore

Di antara sederet Vampire-Vampire kelas atas yang merajai dunia hiburan,, hati saya hanya melemah tanpa syarat pada si dia. Vampire yang berada di lingkungan sederhana ini berhasil membuat saya bicara "Aku mencintainya"
Akibat tak mau berkiblat pada satu wilayah, akhirnya di daratan Asia timur pun saya sudah terpanah oleh dia(dia)
Jerry Yan a.k.a Tao Ming Se

Sosok penuh misteri ini sempat membuat saya ingin menyipitkan mata, meluruskan rambut dan memutihkan kulit coklat saya agar saya tampak seperti San Cai,,"Wo ai Tao Ming Se"
Won Bin

Baru mengenalnya dari satu film saja saya sudah cukup yakin dengan pesonanya yang membuat saya terjaga dan terus berkata dalam dada " aku memang cinta dia"
Tetapi bila berbalik lagi ke tahun-tahun sebeleum saya pantas disebut sebagai wanita dewasa yang telah meninggalkan usia remajanya,,sosok inilah yang paling berjasa menghiasi meja belajar saya sejak umur 12 tahun...
Ricky Martin

Panah-panah asmara yang berhasil mereka luncurkan rupanya hanya mampu membuai dunia mimpi saya, karena pada kenyataannya,, para lelaki yang membuat saya lemah tak berdaya sungguh jauh berbeda dari mereka. Walaupun sampai kini belum juga ada yang memanah dengan kepastian cita-cita dan cinta itu,, saya berharap.. nantinya masa lajang saya akan berakhir di medan cinta yang mana saya maupun sang pangeran cinta akan mengalah demi cinta kami berdua. Amiin :)
Kamis, 14 April 2011
Yang Kini Terasa Manis
sekarang bulan sudah bergulir menjadi April.Perlahan saya teringat akan rangkaian perjuangan saya di tahun lalu. Tepatnya saat saya sedang merajut mimpi-mimpi meraih sarjana di perguruan tinggi nomor satu di negeri ini :)
Bulan April menyimpan kenangan tersendiri,, saat itu saya sudah mobat mabit menyiapkan bab 2 & 3. Akan tetapi karena satu kesempatan emas, saya menunda revisi skripsi hingga menjelang bulam Mei. Menunda bukan perkara yang mudah. Saya harus membuang perasaan resah dan gelisah karena takut tidak lulus tepat waktu. Namun sekarang.. ooh,,, indahnya dunia mengenang rasa yang dulu pahit mengigit kini begitu manis
dibawah ini adalah paragraf2 manis yang mengisi lembar ucapan terimakasih di skripsi saya:

Alhamdulillahhirobbilalamin Puji syukur tiada henti saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas ijin, berkat dan rahmat-Nya, akhirnya saya dapat melewati salah satu momen terpenting dalam hidup sebagai mahasiswa Program Studi Belanda di Universitas Indonesia. Dengan selesainya skripsi ini maka berakhir perjuangan saya untuk meraih gelar yang dinanti. Selain mukjizat dari Tuhan, penyusunan skripsi ini tidak akan pernah berhasil tanpa bantuan-bantuan orang ‘sakti‘ di sekitar saya dan oleh karenanya, saya ingin menghaturkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya pada mereka.
Rasa terimakasih pertama saya haturkan kepada Ibu Christina T. Suprihatin, S.S. M.A, selaku pembimbing tunggal serta pembimbing akademis. ‘Kesaktian“ dan kesabaran beliau dalam membimbing dan meluruskan jalan pikiran saya, akhirnya membuat saya belajar banyak dari sosoknya yang kini juga menginspirasi. Selanjutnya ucapan terimakasih disampaikan kepada Ibu Dr. Lilie Mundalifah Roosman dan Ibu Mursidah M. Hum. yang telah membaca, menguji dan memberi masukan-masukan yang sangat berguna. Selain itu, saya juga berterimakasih kepada segenap dosen Program Studi Belanda yang telah mendidik selama 4 tahun hingga membuat saya siap menjemput masa depan yang gemilang.
Pihak-pihak lain yang membantu keberhasilan saya adalah segenap pengurus perpustakaan di FIB UI, PP UI serta perpustakaan di Erasmus Huis. Bantuan pihak perpustakaan memudahkan proses penulisan skripsi saya. Kemudian kepada pihak perusahan PT. Mutiara Warna Indonesia yang secara tidak langsung telah memfasilitasi saya untuk mengakses data tanpa batas. Peran Bapak Ibnu Wahyudi yang telah bersedia meluangkan waktu untuk bertukar pikiran juga turut berjasa dalam penulisan ini. Bantuan lainnya datang dari kakak-kakak senior, Febrianita, Julia, Dahlia, Anissaa, Anda, Achmad Solikhin dan Nancy. Peran mereka sangat membantu meredakan pergulatan batin saya yang berkepanjangan. Selain itu, peran-peran dari dari Dennis, Don dan Prastowo yang selalu ikut berdiskusi untuk keberhasilan ini juga tidak akan saya lupakan.
Benih-benih kesuksesan yang saya petik saat ini, tentunya berkat keberhasilan penanamannya di rumah. Papa saya, alm. Nizam Burhan adalah satu-satunya alasan saya berada di UI dan meskipun kini dia tengah menari menuju taman surga, bukan berarti saya harus mematikan mimpinya yang dititipkan pada saya.Mama Nurzulaicha yang selalu mendampingi dengan doa dan dukungannya sepanjang masa. Tiga orang kakak lelaki, Riski, Ilham dan Harris Nizam adalah tiga pahlawan yang tak pernah membiarkan saya sengsara walau sekejap saja. Seorang pahlawan perempuan kecil juga saya miliki, Bulan Nizam yang kian menyempurnakan kasih sayang dari keluarga saya. When I count on my blessings, my family is always on the top of my list, thanks God.
Alhamdulillah, sampai saat ini, saya selalu berada dalam lingkaran pertemanan yang penuh cinta. Seluruh teman baik saya dari angkatan 2006 membuat hari-hari saya selama 4 tahun selalu bercahaya, hingga tahap persidangan skripsi ini, kasih mereka tetap tulus terasa. Teman-teman yang juga menjadi tim sukses skripsi (Aulia, Lia, Tya, Gita, Anin, Ucha, Ays) yang bersedia meminjamkan harta dan terutama mata mereka untuk mereduksi keteledoran saya. Mantan teman sekamar dan teman sekampung saya, Dita yang setia menyemangati. Di antara teman-teman baik tesebut, saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengenal Aninditya, Dwina, Fina, Isty, Ria dan Vania lebih baik lagi dan terimakasih untuk jalinan persahabatan yang semakin memperindah warna kehidupan saya.
Terimakasih kepada segenap keluarga besar Burhan dan Amin Adios serta sahabat-sahabat yang selalu menyemangati walau jauh mereka berada.Sebenarnya masih banyak pihak-pihak lain yang turut berjasa namun tidak dapat disebutkan satu-persatu. Walaupun demikian, ucapan terimakasih tetap saya kirimkan dengan sepenuh hati.
Saya berharap semoga Allah SWT, berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Mereka semua telah berjasa menghiasi pemikiran saya sehingga lahirlah skripsi ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya sebagai sebuah teks yang manusiawi dan semoga saja skripsi ini membawa manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Depok, Juni 2010
Penulis

saat sidang skripsi "bertegangan tinggi"(17 Juni 2010 )
Bulan April menyimpan kenangan tersendiri,, saat itu saya sudah mobat mabit menyiapkan bab 2 & 3. Akan tetapi karena satu kesempatan emas, saya menunda revisi skripsi hingga menjelang bulam Mei. Menunda bukan perkara yang mudah. Saya harus membuang perasaan resah dan gelisah karena takut tidak lulus tepat waktu. Namun sekarang.. ooh,,, indahnya dunia mengenang rasa yang dulu pahit mengigit kini begitu manis
dibawah ini adalah paragraf2 manis yang mengisi lembar ucapan terimakasih di skripsi saya:

Alhamdulillahhirobbilalamin Puji syukur tiada henti saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas ijin, berkat dan rahmat-Nya, akhirnya saya dapat melewati salah satu momen terpenting dalam hidup sebagai mahasiswa Program Studi Belanda di Universitas Indonesia. Dengan selesainya skripsi ini maka berakhir perjuangan saya untuk meraih gelar yang dinanti. Selain mukjizat dari Tuhan, penyusunan skripsi ini tidak akan pernah berhasil tanpa bantuan-bantuan orang ‘sakti‘ di sekitar saya dan oleh karenanya, saya ingin menghaturkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya pada mereka.
Rasa terimakasih pertama saya haturkan kepada Ibu Christina T. Suprihatin, S.S. M.A, selaku pembimbing tunggal serta pembimbing akademis. ‘Kesaktian“ dan kesabaran beliau dalam membimbing dan meluruskan jalan pikiran saya, akhirnya membuat saya belajar banyak dari sosoknya yang kini juga menginspirasi. Selanjutnya ucapan terimakasih disampaikan kepada Ibu Dr. Lilie Mundalifah Roosman dan Ibu Mursidah M. Hum. yang telah membaca, menguji dan memberi masukan-masukan yang sangat berguna. Selain itu, saya juga berterimakasih kepada segenap dosen Program Studi Belanda yang telah mendidik selama 4 tahun hingga membuat saya siap menjemput masa depan yang gemilang.
Pihak-pihak lain yang membantu keberhasilan saya adalah segenap pengurus perpustakaan di FIB UI, PP UI serta perpustakaan di Erasmus Huis. Bantuan pihak perpustakaan memudahkan proses penulisan skripsi saya. Kemudian kepada pihak perusahan PT. Mutiara Warna Indonesia yang secara tidak langsung telah memfasilitasi saya untuk mengakses data tanpa batas. Peran Bapak Ibnu Wahyudi yang telah bersedia meluangkan waktu untuk bertukar pikiran juga turut berjasa dalam penulisan ini. Bantuan lainnya datang dari kakak-kakak senior, Febrianita, Julia, Dahlia, Anissaa, Anda, Achmad Solikhin dan Nancy. Peran mereka sangat membantu meredakan pergulatan batin saya yang berkepanjangan. Selain itu, peran-peran dari dari Dennis, Don dan Prastowo yang selalu ikut berdiskusi untuk keberhasilan ini juga tidak akan saya lupakan.
Benih-benih kesuksesan yang saya petik saat ini, tentunya berkat keberhasilan penanamannya di rumah. Papa saya, alm. Nizam Burhan adalah satu-satunya alasan saya berada di UI dan meskipun kini dia tengah menari menuju taman surga, bukan berarti saya harus mematikan mimpinya yang dititipkan pada saya.Mama Nurzulaicha yang selalu mendampingi dengan doa dan dukungannya sepanjang masa. Tiga orang kakak lelaki, Riski, Ilham dan Harris Nizam adalah tiga pahlawan yang tak pernah membiarkan saya sengsara walau sekejap saja. Seorang pahlawan perempuan kecil juga saya miliki, Bulan Nizam yang kian menyempurnakan kasih sayang dari keluarga saya. When I count on my blessings, my family is always on the top of my list, thanks God.
Alhamdulillah, sampai saat ini, saya selalu berada dalam lingkaran pertemanan yang penuh cinta. Seluruh teman baik saya dari angkatan 2006 membuat hari-hari saya selama 4 tahun selalu bercahaya, hingga tahap persidangan skripsi ini, kasih mereka tetap tulus terasa. Teman-teman yang juga menjadi tim sukses skripsi (Aulia, Lia, Tya, Gita, Anin, Ucha, Ays) yang bersedia meminjamkan harta dan terutama mata mereka untuk mereduksi keteledoran saya. Mantan teman sekamar dan teman sekampung saya, Dita yang setia menyemangati. Di antara teman-teman baik tesebut, saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengenal Aninditya, Dwina, Fina, Isty, Ria dan Vania lebih baik lagi dan terimakasih untuk jalinan persahabatan yang semakin memperindah warna kehidupan saya.
Terimakasih kepada segenap keluarga besar Burhan dan Amin Adios serta sahabat-sahabat yang selalu menyemangati walau jauh mereka berada.Sebenarnya masih banyak pihak-pihak lain yang turut berjasa namun tidak dapat disebutkan satu-persatu. Walaupun demikian, ucapan terimakasih tetap saya kirimkan dengan sepenuh hati.
Saya berharap semoga Allah SWT, berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Mereka semua telah berjasa menghiasi pemikiran saya sehingga lahirlah skripsi ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya sebagai sebuah teks yang manusiawi dan semoga saja skripsi ini membawa manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Depok, Juni 2010
Penulis

saat sidang skripsi "bertegangan tinggi"(17 Juni 2010 )
mengeluhkan yang pertama
Alles is moeilijk om te beginen (semua permulaan itu selalu sulit) ungkapan yang terdengar lebih mirip keluhan itu datang dari salah satu dosen favorit saya., mevrouw Andrea yang tengah kesulitan menghidupkan proyektor yang berisi bahan-bahan kuliah semantik pragmantik (semprag) dalam bahasa Belanda. Setelah dibantu beberapa teman-teman seangkatan hingga pengurus gedung, akhirnya proyektor dan perangkat lainnya tersambung dan bersinergi menampilkan bahan ajar yang isinya sangat menarik.
Kali ini saya tidak akan membahas betapa menyenangkannya kelas semprag bersama mevrouw kami tersayang, tetapi akan membahas mengenai keakuratan pernyataan yang semakin hari semakin terbukti,bahwa semua permulaan itu selalu sulit.
Jika dikaitkan dengan pernyataan-pernyataan umum, permulaan, awalan atau hal-hal yang diikuti kata pertama memang cenderung sulit tetapi tak terlupakan.
Hari pertama sekolah, tahun pertama kuliah, kerja pertama, cinta pertama, ciuman pertama atau yang paling populer adalah malam pertama.
Susah, sakit, sedih, bahkan tidak jarang kita sempat depresi karena istilah yang bersambungan kata pertama itu. Tapi banyak juga yang merasa asyik dan senang setengah mati dengan sebuah permulaan. tapi saya yakin mereka yang suka ke- pertama-an itu pasti hanya segelintir di dunia ini.
Bila membahas ke-pertama-an saya di tahun ini? Saya punya cerita. Setelah enam bulan menjadi pekerja ‘lepas’ akhirnya tepat di awal tahun 2011 saya mengemban pekerjaan yang pertama di sebuah perusahaan ternama di negeri ini.
Sama seperti kata mevrouw Andrea yang maknanya juga serupa dengan persepsi umum akan sindrom ‘ke-Pertama-an itu,, pekerjaan pertama saya tidaklah mudah. Saya susah menghadapi, saya susah dihadapi dan saya susah mencari diri saya sendiri.
Awalnya saya selalu tenggelam dalam kebimbangan. Apakah saya cocok dengan bidang ini? Atau pekerjaannya yang tidak dapat dikompromi dengan diri saya? Apakah saya?? Ataukah saya?? Apa mungkin saya/ bagaimana kalau saya?
Beragam pertanyaan saya yang terus menerus tertuju pada saya ini membuat saya lelah.Kemudian saya terdiam sejenak dan sebelum terlelap, saya teringat sebaris keluhan yang kini terasa manis. “alles is moeilijk om te beginnen. And its true, this is my first job I think… its oke to be not easy…
Kali ini saya tidak akan membahas betapa menyenangkannya kelas semprag bersama mevrouw kami tersayang, tetapi akan membahas mengenai keakuratan pernyataan yang semakin hari semakin terbukti,bahwa semua permulaan itu selalu sulit.
Jika dikaitkan dengan pernyataan-pernyataan umum, permulaan, awalan atau hal-hal yang diikuti kata pertama memang cenderung sulit tetapi tak terlupakan.
Hari pertama sekolah, tahun pertama kuliah, kerja pertama, cinta pertama, ciuman pertama atau yang paling populer adalah malam pertama.
Susah, sakit, sedih, bahkan tidak jarang kita sempat depresi karena istilah yang bersambungan kata pertama itu. Tapi banyak juga yang merasa asyik dan senang setengah mati dengan sebuah permulaan. tapi saya yakin mereka yang suka ke- pertama-an itu pasti hanya segelintir di dunia ini.
Bila membahas ke-pertama-an saya di tahun ini? Saya punya cerita. Setelah enam bulan menjadi pekerja ‘lepas’ akhirnya tepat di awal tahun 2011 saya mengemban pekerjaan yang pertama di sebuah perusahaan ternama di negeri ini.
Sama seperti kata mevrouw Andrea yang maknanya juga serupa dengan persepsi umum akan sindrom ‘ke-Pertama-an itu,, pekerjaan pertama saya tidaklah mudah. Saya susah menghadapi, saya susah dihadapi dan saya susah mencari diri saya sendiri.
Awalnya saya selalu tenggelam dalam kebimbangan. Apakah saya cocok dengan bidang ini? Atau pekerjaannya yang tidak dapat dikompromi dengan diri saya? Apakah saya?? Ataukah saya?? Apa mungkin saya/ bagaimana kalau saya?
Beragam pertanyaan saya yang terus menerus tertuju pada saya ini membuat saya lelah.Kemudian saya terdiam sejenak dan sebelum terlelap, saya teringat sebaris keluhan yang kini terasa manis. “alles is moeilijk om te beginnen. And its true, this is my first job I think… its oke to be not easy…
Selasa, 26 Oktober 2010
When Bra(s) Become a Serial Drama
i am a girl young and i need a BRA to hold my important things
i am not such a brand minded girl
but for those Breast holder„surely i need a brand

somehow„, unbranded BRA(s) are always interesting
the price, the style and the colors always catch my eyes
even if they don’t promise quality at all i love to put them in my closet
i think i have such an extraordinary taste when i choose a BRA
i love them when they are full of colors especially red and yellow
for printed BRA, i am just staying in love with polkadot and leopard
sometimes.. i need pairs of sexy Lace BRA just to feel like a Lady

once upon a time…
i have to be moved in an uncomfortable zone
a zone where i have to share a space
the space is so called ” laundry zone”
and at that place the drama begins
March 2010
after back from KL i had to wash all the traveling wardrobe
include 5 pairs of BRA
(Black sexy lace , red polkadot , hot pink polkadot, yellow lace, turquoise)
3 days later.. the Big Five is gone :’(
since that, i started to hide them when they are wet
October 2010
another laundry agenda successfully made me blue
my precious gold Leopard, Black satin lace and my first nude-pale BRA are gone…
GONE!!!!!
oh my god… going out unBRA is not so me … ;’(
then i am the way curious and i am not really sure„
who is someone behind those LOST BRA(s)???
i was thinking :
a girl who walks unBRA and need some BRA (s) for 5 days
OR..
a girl who is poor and want some fancy stuff to hold their growing breasts
OR..
a girl who need some extra money to buy blackberry
OR..
a girl who loves my eyecatching BRA(s) and too shy to buy it herself
OR
a girl who just wanna has some fun with her kleptomania syndrome

BUT
the day after, i hung them (Old and ugly BRA of mine)
just wanna make sure and i will be OK if they are stolen
and less than 24 hours the “UGLY TRUTH” are also GONE
OH MY GOD!!!
so now i think… it is not a girl not a woman but a MAN
somebody…HELP ME!!!!!! :’(
i am not such a brand minded girl
but for those Breast holder„surely i need a brand

somehow„, unbranded BRA(s) are always interesting
the price, the style and the colors always catch my eyes
even if they don’t promise quality at all i love to put them in my closet
i think i have such an extraordinary taste when i choose a BRA
i love them when they are full of colors especially red and yellow
for printed BRA, i am just staying in love with polkadot and leopard
sometimes.. i need pairs of sexy Lace BRA just to feel like a Lady

once upon a time…
i have to be moved in an uncomfortable zone
a zone where i have to share a space
the space is so called ” laundry zone”
and at that place the drama begins
March 2010
after back from KL i had to wash all the traveling wardrobe
include 5 pairs of BRA
(Black sexy lace , red polkadot , hot pink polkadot, yellow lace, turquoise)
3 days later.. the Big Five is gone :’(
since that, i started to hide them when they are wet
October 2010
another laundry agenda successfully made me blue
my precious gold Leopard, Black satin lace and my first nude-pale BRA are gone…
GONE!!!!!
oh my god… going out unBRA is not so me … ;’(
then i am the way curious and i am not really sure„
who is someone behind those LOST BRA(s)???
i was thinking :
a girl who walks unBRA and need some BRA (s) for 5 days
OR..
a girl who is poor and want some fancy stuff to hold their growing breasts
OR..
a girl who need some extra money to buy blackberry
OR..
a girl who loves my eyecatching BRA(s) and too shy to buy it herself
OR
a girl who just wanna has some fun with her kleptomania syndrome

BUT
the day after, i hung them (Old and ugly BRA of mine)
just wanna make sure and i will be OK if they are stolen
and less than 24 hours the “UGLY TRUTH” are also GONE
OH MY GOD!!!
so now i think… it is not a girl not a woman but a MAN
somebody…HELP ME!!!!!! :’(
Senin, 15 Februari 2010
WOOOOOOOPPPPPSSS
Wooooooopssss….. ralat seada-adanya…!!!!
Kalau kemaren dulu saya bilang blog ini adalah limpahan dari kerinduan saya akan tugas2 en pilihan kesibukan lain karena ga jadi skripsi,, sekarang TIDAK LAGI!!!!
I’ve decided,, keb besloten dan saya telah memutuskan kalau saya akan menulis skripsi ;)

Dan sayangnya blog yang tadinya Cuma jadi pengganti kesibukan tulis menulis sekarang sudah menjadi kebutuhan primer yang bikin saya sakit perut en sakit kepala kalo belum corat-coret disini ( walaupun ga tiap hari.. )at least... dalam sebulan ada aja rekapitulasi peristiwa penting yang direkam dalam sejarah dan diabadikan di blog ini.. entah itu dalam bhs Indo,, bhs inggris ato belanda,,, ( tapi kayaknya yg bhs inggris agak absen dulu niiih!!!editornya ngambek ga tau kenapa,, SEBBBEL!!!)
Well.. no matther what... i love writing because i can crafting my emotion and expression with thousand words as a mess of my master pieces of soul..
doakan saya yaah bisa lulus tepat waktu

dan dengan nilai yang memuaskan

Amieeeeeeennn
Kalau kemaren dulu saya bilang blog ini adalah limpahan dari kerinduan saya akan tugas2 en pilihan kesibukan lain karena ga jadi skripsi,, sekarang TIDAK LAGI!!!!
I’ve decided,, keb besloten dan saya telah memutuskan kalau saya akan menulis skripsi ;)

Dan sayangnya blog yang tadinya Cuma jadi pengganti kesibukan tulis menulis sekarang sudah menjadi kebutuhan primer yang bikin saya sakit perut en sakit kepala kalo belum corat-coret disini ( walaupun ga tiap hari.. )at least... dalam sebulan ada aja rekapitulasi peristiwa penting yang direkam dalam sejarah dan diabadikan di blog ini.. entah itu dalam bhs Indo,, bhs inggris ato belanda,,, ( tapi kayaknya yg bhs inggris agak absen dulu niiih!!!editornya ngambek ga tau kenapa,, SEBBBEL!!!)
Well.. no matther what... i love writing because i can crafting my emotion and expression with thousand words as a mess of my master pieces of soul..
doakan saya yaah bisa lulus tepat waktu

dan dengan nilai yang memuaskan

Amieeeeeeennn
Senin, 25 Januari 2010
Oleh-Oleh dari Tenabang…
Pada hari Minggu… 24-01-10
siang-siang panas-panas jalan-jalan ke tanah abang
memang ga ada yang dibeli karena yang dicari ga ada
tapi,,
walaupun ga beli-beli,, tengok sana-sini akhirnya pulang bawa oleh-oleh
oleh-oleh kali ini bukan berupa barang tapi hanya lembar-lembar kenangan
yang menjadi saksi ketidak merataan pembangunan negara kita
kemakmuran, kelayakan hidup dan meraih pendidikan rasanya semakin susah digapai
bagi mereka,,
setiap hari adalah berjuang untuk dapat bertahan hidup di hari selanjutnya
mungkin kalian akan tertawa dan miris melihat apa yang disampaikan foto-foto ini..
namun sebenarnya ini bukan kesalahan mereka,, mereka adalah korban...
korban dari ketamakan pihak-pihak tertentu yang belum tuntas-tuntas diberantas
Panas terik bukan alasan jadi malas
semua lahan jadi lapak berdagang
dark comedy...
bahasa iklan yang memikat
sekian,,, oleh-oleh dari Tenabang :D
Jumat, 18 Desember 2009
Do I look like a Barbie????

Stop, stop, stop!!!! Jangan langsung mengumpat ngumpat dalam hati setelah membaca headline note kali ini sebelum saya kelar menjelaskan kenapa tiba-tiba pertanyaan penuh misteri dan sedikit bikin kesel ini saya lontarkan (akhirnya)..
Empat minggu yang lalu saya sedang mengunjungi kakak saya yang sedang berbincang dengan rekannya yang sedang nyalon. Tiba-tiba seorang petugas salon memandang saya tersenyum dan berkomentar
“ ya ampuuuun,, kamu lucu banget siiih ,, cantik deh kayak Barbie”
Saya mendadak seneng tapi agak-agak serem dan berpikir “ is it???”
Hal itu saya abaikan begitu saja, saya pikir si mas-mas salon Cuma mau menumbuhkan senyuman manis di wajah saya yang saat itu lelah dan saya berlalu begitu saja
Tiga minggu yang lalu saya mendapat sms dari kawan lama dan mengajak saya ketemuan di bilangan senayan. Namun ternyata saya salah tujuan, dia bilang bukan di senayan tapi di FX. So.. saya dengan hak tinggi 8 centi dan rok mini setinggi 5 centi terpaksa berjalan kaki menggapai FX. Sampai disana tentu haus dong.. saya segera menuju bilik penjual minuman di dalam dan memesan buble tea. Kemudian mbak berambut bondol di balik kasir berkata
” terimakasih mbak.. cantik banget deh kaya barbie..”
Mendadak haus saya berkurang namun tiba-tiba pikiran melayang “ emang iya yah??”
Dan saya kembali duduk menemani teman lama saya dan saya agak-agak kepikiran tapi.. yaudahlaaah
Dua minggu yang lalu.. lagi-lagi saya mendapati pernyataan yang sama namun kali ini dari seorang cowok penjaga distro tempat langganan kakak saya belanja. Sat itu rambut saya yang masih basah habis keramas , saya sampirkan di bahu kiri. And he said
” udah cakep rambutnya panjang , cakep bener dah kaya Barbie”
Oh my god.. biasanya mas-mas itu menggoda saya dan I have no hard feeling, but not that day… then I started to search,,,
where is the similarities between the two marvelous ladies : Barbie & Bunga
Dari segi ras keduanya udah jauuuuh berbeda, si Barbie Kaukasoid dan Bunga Mongoloid dengan detail sbb: seperempat melayu dan sisanya India. Apalagi warna kulit lah ya... si Barbie Putih, sementara si Bunga Sawo matang menjelang gelap.
Untuk warna rambut sudah pasti beda lagi. Barbie berambut pirang dan lurus kalau Bunga kebalikannya: Hitam dan ikal hanya saja keduanya sama-sama panjang. Warna mata juga begitu. satunya biru satunya hitam.
Trus..urusan wajah keduanya memang agak mirip, sama-sama bermata belok, hidung mancung, bibir agak-agak penuh. alis keduanya tebal cuma si bunga agak berantakan dan si barbie terbentuk cantik dan rapi.
Nah kalau bentuk tubuh sudah pasti jauh berbeda. Barbie pastinya bertubuh sempurna dengan tinggi 170cm dan bertipe hour glass alias atas bawah stabil dengan pinggang ramping. sementara si Bunga cuma setinggi 164cm dengan bentuk tubuh hour glass yang agak berisi. barbie berukuran XS sementara si Bunga bertahan di Medium.
sekalian niih ada foto keduanya:
(barbie)

(Bunga)
,
See… the similarities is less than the difference .. kalau masalah cantik saya tidak masukkan karena cantik kan sifatnya relatif. Mama saya bilang saya cantik belum tentu kalian setuju. Barbie jadi favorit saya karena menurut saya cantik tapi mungkin kalian lebih suka candy-candy or else.
Saya kembali tenang setelah akhirnya mencoba menarik hipotesa dari rangkaian fenomena yang terjadi. Mungkin mereka ga tau sebutan untuk boneka india, sehingga dia ganti dengan sebutan Boneka eropa favorit saya “Barbie”.
Minggu ini saya menemukan tempat makan siang baru bersama kakak saya di sebuah lorong sempit dibilangan Keman. Tempatnya kecil, dalam rumah pribadi namun nyaman apalagi hidangannya amat bersahabat di lidah. Walaupun agak jauh sedikit, tetap kami jabani. Apalagi ketika akan membayar di kasir kami selalu terkejut mendengar harganya yang murah meriah. Akan tetapi, hari inilah yang paling mengejutkan
“ aduh saya liat-liat mbak cantik ini kok kayak Barbie yah…..”
See.. Ga ada asap kalau ga ada api.. kalau ga ada ini, ga mungkin kan saya tanyakan
“ do i really look lika a barbie doll??
Ps: (seneeeng siiih tapi masa iya gw secakep itu:b)
(la codefin, 19 desember 2009)
Rabu, 16 Desember 2009
it's a happy day
Years ago...
i didn't even care bout your b-day
just became the 1st one to say "Happy B-day" was enough ( i thought)
Day by day...
i grew up with your spirit and support
as my essential
Then i realized
oowh God!!! my happiness becomes the one of your first priorities
Thanks God
I always try to appreciate it
even though what i did would never find an equal as yours
Last Year i thought..
a little surprise could be the best gift for u
but this year,, not anymore
Last year,,
I put ma heart into your gift
but this year, not anymore
If the fragrance is the soul of flower
I will reveal ma soul and give it to you
as a gift
coz..
U'll never help me without your advance
Your happines is always on ma wishes list
so, i pray for you not only in this beautiful day but every time..
" because.. as long as you happy..i'm happy too"
(quote from Honey to Sugar, 26-11-09)

Happy B-day to u Harris Nizam, my Beloved brother
***
(pssssst... ur gift is comin on Thursday)
i didn't even care bout your b-day
just became the 1st one to say "Happy B-day" was enough ( i thought)
Day by day...
i grew up with your spirit and support
as my essential
Then i realized
oowh God!!! my happiness becomes the one of your first priorities
Thanks God
I always try to appreciate it
even though what i did would never find an equal as yours
Last Year i thought..
a little surprise could be the best gift for u
but this year,, not anymore
Last year,,
I put ma heart into your gift
but this year, not anymore
If the fragrance is the soul of flower
I will reveal ma soul and give it to you
as a gift
coz..
U'll never help me without your advance
Your happines is always on ma wishes list
so, i pray for you not only in this beautiful day but every time..
" because.. as long as you happy..i'm happy too"
(quote from Honey to Sugar, 26-11-09)

Happy B-day to u Harris Nizam, my Beloved brother
***
(pssssst... ur gift is comin on Thursday)
Minggu, 13 Desember 2009
Musim Kawinan

(kawinan Ina& Reza)
Aduh aduh… saya baru tahu kalau ternyata sehabis lebaran haji itu adalah periode yang baik buat mengadakan pernikahan. Hmmm… pantesan aja semenjak minggu lalau saya dan keluarga dibanjiri undangan pernikahan yang ga hanya satu atau dua pasangan tapi hingga lima pasangan pengantin baru. Namun sayang- disayang justru pernikahan sahabat saya semasa duduk dibangku kuliah malah ga sempat saya hadiri.
( hiiiks…sorry mb Ummy).
Dua minggu ini saya mendatangi beberapa acara kawinan yang berbeda-beda. Dari yang paling sederhana hingga yang paling mewah dengan mendatangkan beberapa petinggi negara untuk meramaikan barisan undangan. Bilamana yang paling sederhana hanya mengemas acara dengan hiburan berupa organ tunggal dan undangan diharapkan berpartisipasi, tidak dengan kawinan jetset itu.
Di sana para undangan disuguhkan hiburan dari penyanyi papan atas ibukota yang legendaris. Dari segi makanan sudah pasti pesta elite menyuguhkan beragam makanan namun pesta sederhana menurut saya lebih tepat guna karena makanan yang dihidangkan adalah citarasa pribumi dan pilihannya tidak banyak sehingga tidak mubazir.
Namun apapun bentuk acaranya, saya memang selalu berusaha untuk hadir di manapun dan kapanpun bilamana kondisi memadai. Bila memang tidak dapat hadir biasanya saya yang memiliki keluarga besar akan menyuruh sanak saudara untuk menggantikan kehadiran kami. Dan begitu juga sebaliknya.
Berusaha menyempatkan hadir ke pernikahan adalah pelajaran yang ditanamkan kedua orangtua saya. Mereka tidak hanya mewajibkan kehadiran kita ke pesta suka cita saja akan tetapi berkunjung ke rumah duka bila mendengar berita kehilangan pun sama wajibnya dengan datang ke pernikahan.
Ada hal-hal intrinsik yang berbeda dalam kehadiran saya di pesta-pesta tersebut. Biasanya saya hanya datang untuk memberi ucapan tanpa berpikir apa-apa. Akan tetapi kali ini sensasi yang bergetar di dada saya sedikit berbeda.
Melihat pasangan Yuliani & Uchit bergandengan menuju pelaminan atau melihat Gega dan istrinya bercanda gurau diatas kursi pelaminan serta melihat Ina dan Reza yang tampak sempurna seperti ratu dan raja membuat saya juga ingin merasakan apa yang dirasakan mereka.
Perasaan menjalin kasih yang kemudian disatukan dalam ritual sakral yang mengharuskan kita mengucap janji setia hingga ajal memisahkan.
Oh.. saya ingin menikah ,,
Dengan demikian,, aku si gadis lajang yang sedang berlalu lalang menunggu yang datang ini mulai tampak pusing dan merinding.
Kira-kira dimanakah pangeranku ?? oowh.. oowwh.. ooowh... i’m ready for u

(pusing pengen kawin tapi belum ada yang diajak kawin-->
PD, 6 desember 2009)
pics: By HarrisNizam-Photography (thx=)
Jumat, 04 Desember 2009
everything happens for a reason,,
Minggu lalu ,,mmmm akhir pekan lalu saya banyak dilanda kejutan asiiik & antik!!!
Kejutan #1:
Sabtu pagi saya ditelfon dan saya disuruh datang ke kawinan di sabtu malam dan saya harus datang karena kaka saya yang di Bali tidak bisa hadir dan saya mendadak murung.
Seharusnya bukan masalah buat saya (orang yang suka dandan dan makan) tapiiii yang jadi masalah: saya setiap weekend ngungsi ke tempat kakak dan tentunya saya ga bawa perangkat perang buat pesta.
“Undangan pernikahan ini benar-benar mendadak dan SAYA HARUS DATANG!!! “
kejutan pertama bikin saya sakit kepala tiba-tiba...

Kejutan #2:
Mumpung masih ada waktu,, saya mencoba mencari-cari barang apa yang ada dikamar kaka saya yang bisa saya pakai untuk survive ke pesta malam nanti.
TIIIIIng...
tiba-tiba saya ingat sekotak baju milik sepupu saya yang pernah tinggal bersama kaka saya.. dan dengan cepat otak saya teringat akan dress merah polkadot yang selalu bikin saya tergoda untuk memilikinya setiap dipakai ditubuh sepupu saya yang luar biasa sempurna. Daaan oooopsss gara-gara memori itu,,itu saya jadi berpikir lagi
“ gilaaa... emang cukup ya di badan gw??” (Maklum abis musim panas kemaren badan saya jadi agak “sembab”).
Setelah saya menelusuri her treasure box with pleasure..
“ OOwh ma GOD… it fits on Me!!! “ I’ve got ma sexy Back… ;) “
kejutan kedua bikin saya mendadak bahagia…

Kejutan ke# 3:
sesampai di pesta perkawinan.. setelah bersalaman dan makan banyak plus mingle sana-sini,, saya berniat untuk pulang.. dan seperti biasa saya sebagai wanita umumnya mendapat kesempatan membawa pulang souvenir pernikahan. Saya yang doyan nyemil makanan manis langsung terbelalak bahagia melihat souvenir yang dari kejauhan sudah dapat saya kenali wujudnya.. “mmm roti gulung blueberry dan ada strawberynya.. aaawh Lekker ding!!! saya segera menghampiri meja penerima tamu dan
“AAAwwww… it’s not a Cake but a Towel..” (saputangan handuk berwarna krem seperti roti dan ada semburat biru muda yang saya kira selai blue berry itu )
oowh ….
Kejutan ketiga membuat saya kecewa seketika

kejutan #4
Selanjutnya… hari minggu malam saat saya harus kembali ke peraduan yang jauh dari kota dan nestapa,, tiba-tiba terasa sesuatu menggeliat di tenggorokan saya.. “uuwh,,, gara2 kerupuk nasi goreng nih” pikir saya sederhana.
Setibanya di depok saya semakin merana merasakan sakit tenggorokan yang sedikit berbeda. Disertai panas dan sakit perut.
“Ooowh…. Sakit apa ini???? “
Kejutan keempat membuat saya tersiksa tanpa dosa

Kejutan #5
Besoknya badan saya semakin ambruk tak karuan… semua rasa bercampur ,, panas, dingin, sakit, ngilu,, dan secercah bahagia akibat rumah tangga virtual yang baru dibina..
semakin malam,, udara semakin mencekam namun tubuh saya semakin memanas dan tandanya itu ganas karena saya yang alergi obat ini tak mampu mengaplikasikan shot cut yang ditawarkan paracetamol atau penurun panas lainnya yang tersedia.
Tiiiiiiiiiiiiiing…
tiba-tiba saya teringat cara jitu mama dan papa saya kalau saya sedang didera panas yaitu ”kompress!!!”
tanpa basa-basi saya membeli es batu di resto terdekat menyiapkan segala sesuatunya dan mendadak saya panik karena tak dapat menemukan simpanan handuk kecil saya. Kepala pusing dan badan panas membara membuat saya malas bersusah payah mebongkar lemari pakaian. Dan
“ OOOwh My god!!!! Blueberry towel Cake …. He saved my life that day!!! “
Kejutan terakhir ini bikin saya tersenyum bahagia

Kejutan-kejutan itu membuat saya merenung, terdiam dan sadar…
“ everything happens for a reason… ;),, sure..
(30novembre 09)
Kejutan #1:
Sabtu pagi saya ditelfon dan saya disuruh datang ke kawinan di sabtu malam dan saya harus datang karena kaka saya yang di Bali tidak bisa hadir dan saya mendadak murung.
Seharusnya bukan masalah buat saya (orang yang suka dandan dan makan) tapiiii yang jadi masalah: saya setiap weekend ngungsi ke tempat kakak dan tentunya saya ga bawa perangkat perang buat pesta.
“Undangan pernikahan ini benar-benar mendadak dan SAYA HARUS DATANG!!! “
kejutan pertama bikin saya sakit kepala tiba-tiba...

Kejutan #2:
Mumpung masih ada waktu,, saya mencoba mencari-cari barang apa yang ada dikamar kaka saya yang bisa saya pakai untuk survive ke pesta malam nanti.
TIIIIIng...
tiba-tiba saya ingat sekotak baju milik sepupu saya yang pernah tinggal bersama kaka saya.. dan dengan cepat otak saya teringat akan dress merah polkadot yang selalu bikin saya tergoda untuk memilikinya setiap dipakai ditubuh sepupu saya yang luar biasa sempurna. Daaan oooopsss gara-gara memori itu,,itu saya jadi berpikir lagi
“ gilaaa... emang cukup ya di badan gw??” (Maklum abis musim panas kemaren badan saya jadi agak “sembab”).
Setelah saya menelusuri her treasure box with pleasure..
“ OOwh ma GOD… it fits on Me!!! “ I’ve got ma sexy Back… ;) “
kejutan kedua bikin saya mendadak bahagia…

Kejutan ke# 3:
sesampai di pesta perkawinan.. setelah bersalaman dan makan banyak plus mingle sana-sini,, saya berniat untuk pulang.. dan seperti biasa saya sebagai wanita umumnya mendapat kesempatan membawa pulang souvenir pernikahan. Saya yang doyan nyemil makanan manis langsung terbelalak bahagia melihat souvenir yang dari kejauhan sudah dapat saya kenali wujudnya.. “mmm roti gulung blueberry dan ada strawberynya.. aaawh Lekker ding!!! saya segera menghampiri meja penerima tamu dan
“AAAwwww… it’s not a Cake but a Towel..” (saputangan handuk berwarna krem seperti roti dan ada semburat biru muda yang saya kira selai blue berry itu )
oowh ….
Kejutan ketiga membuat saya kecewa seketika

kejutan #4
Selanjutnya… hari minggu malam saat saya harus kembali ke peraduan yang jauh dari kota dan nestapa,, tiba-tiba terasa sesuatu menggeliat di tenggorokan saya.. “uuwh,,, gara2 kerupuk nasi goreng nih” pikir saya sederhana.
Setibanya di depok saya semakin merana merasakan sakit tenggorokan yang sedikit berbeda. Disertai panas dan sakit perut.
“Ooowh…. Sakit apa ini???? “
Kejutan keempat membuat saya tersiksa tanpa dosa

Kejutan #5
Besoknya badan saya semakin ambruk tak karuan… semua rasa bercampur ,, panas, dingin, sakit, ngilu,, dan secercah bahagia akibat rumah tangga virtual yang baru dibina..
semakin malam,, udara semakin mencekam namun tubuh saya semakin memanas dan tandanya itu ganas karena saya yang alergi obat ini tak mampu mengaplikasikan shot cut yang ditawarkan paracetamol atau penurun panas lainnya yang tersedia.
Tiiiiiiiiiiiiiing…
tiba-tiba saya teringat cara jitu mama dan papa saya kalau saya sedang didera panas yaitu ”kompress!!!”
tanpa basa-basi saya membeli es batu di resto terdekat menyiapkan segala sesuatunya dan mendadak saya panik karena tak dapat menemukan simpanan handuk kecil saya. Kepala pusing dan badan panas membara membuat saya malas bersusah payah mebongkar lemari pakaian. Dan
“ OOOwh My god!!!! Blueberry towel Cake …. He saved my life that day!!! “
Kejutan terakhir ini bikin saya tersenyum bahagia

Kejutan-kejutan itu membuat saya merenung, terdiam dan sadar…
“ everything happens for a reason… ;),, sure..
(30novembre 09)
Sabtu, 03 Oktober 2009
sekapur sirih ABG (anak Baru nge-Blogging)
awh.. akhirnya sang bunga memiliki halamannya untuk mencurahkan isi hati dan kepala yang
terkadang susah untuk diceritakan dan mengakibatkan susah terlelap di malam hari.. tapi
bukan itu saja alasannya kenapa sang bunga ingin memiliki taman online yang belum begitu
dikenal ini,,
alasan pertama: jujur saya amat merindukan momen-momen zombie ( begadang mengerjakan tugas)
selama 6 semester lalu. tadinya semesster ini juga akan menjadi sangat menantang
karena seharusnya saya mengambil kelas seminar pra skripsi dan bisa dibayangkan dong
betapa serunya semester 8. Namun,, semua mimpi membanggakan itu harus dihapus jauh-jauh
karena mulai semester ini tidak akan ada mata kuliah tersebut. jadi bagi siapa yang ingin
menulis skripsi, ya sudah langsung saja menulis tanpa digodok dalam kelas seminar. well setelah
melewati beberap prose spiritual serta mempertimbangkan banyak hal akhirnya saya
memutuskan untuk lulus dengan pilihan non-skripsi seperti halnya 33 orang teman seangkatan
saya lainnya. sediih.. karena sebenarnya saya tidak suka menjalani sesuatu yang kurang
menantang. beban yang terlalu simple membuat kita miskin ilmu.
so untuk mengobati pilu hati saya ini, saya mencoba membuat blog sehingga bila arus ide saya
sedang deras dan membuat saya susah terlelap, saya bisa menuangnya di dalam lembaran
virtual ini.
alasan kedua: saya memang ingin menjadi seperti beberapa orang yang pandai menguraikan
pengalaman-pengalaman hidupnya dengan amat cantik kedalam sebuah narasi ringan yang
dapat menginspirasi banyak orang
ketiga:mmm... jenuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang ditawarkan oleh facebook, dan
chatting world yang penuh cinta. ;)
so...
terkadang susah untuk diceritakan dan mengakibatkan susah terlelap di malam hari.. tapi
bukan itu saja alasannya kenapa sang bunga ingin memiliki taman online yang belum begitu
dikenal ini,,
alasan pertama: jujur saya amat merindukan momen-momen zombie ( begadang mengerjakan tugas)
selama 6 semester lalu. tadinya semesster ini juga akan menjadi sangat menantang
karena seharusnya saya mengambil kelas seminar pra skripsi dan bisa dibayangkan dong
betapa serunya semester 8. Namun,, semua mimpi membanggakan itu harus dihapus jauh-jauh
karena mulai semester ini tidak akan ada mata kuliah tersebut. jadi bagi siapa yang ingin
menulis skripsi, ya sudah langsung saja menulis tanpa digodok dalam kelas seminar. well setelah
melewati beberap prose spiritual serta mempertimbangkan banyak hal akhirnya saya
memutuskan untuk lulus dengan pilihan non-skripsi seperti halnya 33 orang teman seangkatan
saya lainnya. sediih.. karena sebenarnya saya tidak suka menjalani sesuatu yang kurang
menantang. beban yang terlalu simple membuat kita miskin ilmu.
so untuk mengobati pilu hati saya ini, saya mencoba membuat blog sehingga bila arus ide saya
sedang deras dan membuat saya susah terlelap, saya bisa menuangnya di dalam lembaran
virtual ini.
alasan kedua: saya memang ingin menjadi seperti beberapa orang yang pandai menguraikan
pengalaman-pengalaman hidupnya dengan amat cantik kedalam sebuah narasi ringan yang
dapat menginspirasi banyak orang
ketiga:mmm... jenuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang ditawarkan oleh facebook, dan
chatting world yang penuh cinta. ;)
so...
Langganan:
Postingan (Atom)


