i think...

Rabu, 28 Agustus 2013

A Letter to Paris





Dear Paris,,,

I think I really miss you now. 4 years ago, I was touching down in the land of romance. My treasure of pleasure started in a crowded Gare de Lyon, the place where I met thousand people all around the world in the month of August and they all came with one same reason To experience - to see, to touch, to hear, to taste and to  feel-  one of beautiful pieces of the world, called Paris”.


Summer time made me feels like in my own country, the sun kissed my skin and even my bones.  It was hot and the million drops of sweat fell down through the fore head, neck, back and even in our chest  I could feel those ear of corns that drawn tiny tarnishes on my mini dress.
The wind sometime flirted naughty on my flared skirt until they could stare at the tan and the pant of the tropical lady. But no matter what, I even wanted to be undressed as long as i am in Paris,, hehehe



Jakarta, August, 29 - 2013

Loves

A Paris Lover




Kamis, 22 Agustus 2013

Ascia Akf, Another Style to Steal


undefined







Ascia Akf adalah salah satu fashion blogger yang amat dkenal khususnya dikalangan para hijabers dan fashion lovers


Ascia bersama Suaminya, Ahmad mendokumentasikan gaya-gaya mereka dalam sebuah diary www.hybridsheadpiece.com

Hybrids dipilih karena mereka berdua merupakan sosok berdarah campuran Amerika dan Kuwait.

Mengingat Ascia sudah pasti tidak akan melewatkan sensasi Turban yang diciptakan dan dipopulerkannya .

Ascia tampak Pas dalam segala jenis Turban yang dikreasikannya. Ditambah lagi, padu padan outfitnya sungguh berselera luar biasa.

Latar belakang Ahmad & Ascia yang seragam serta minat yang tinggi untuk tampil stylish dan trendy akhirnya membuat mereka dikenal di seluruh dunia...


undefined

Thank you Ascia for the famous Turban tying inspiration


 http://bazaarmaya.com/ascia-akf

Rabu, 21 Agustus 2013

20 something? or,, late 20? NO it's 27

Dulu banget,,,

Sekitar usia 14-an di jaman-jaman smp, ada sebuah"geng" yang beranggotakan 4 orang. Semua anggota berusia sama hanya berbeda bulan-bulannya. keempat-empatnya  penuh ambisi, mimpi dan
janji-janji yang seolah tak mampu diingkari.

Mereka selalu tertawa ceria mengingat tak ada beban hidup yang berarti saat itu selain pelajaran Bahasa daerah karena sebenarnya mereka bukan asli berasal dari daerah tersebut.

Suatu ketika di dalam kamar B, kami terlibat percakapan yang cukup serius untuk anak-anak  yang baru
saja memiliki fondasi tempat bertumbuhnya kedua payudara. Saat itu dengan ditemani makanan dan minuman dingin, dimulailah percakapan yang  so far away about the future plan. Tepatnya: "Menikah.


N: hmm.... aku pengen nikah muda banget,, 20 or 21 pas tuh

U: Aku juga,,, seru aja daripada musti kuliah

A: Ah,, ga tau ah,, kayaknya ga muda-muda amat

B: Hmmm,,,,, aku kayaknya umur 25 aja deh,,, pas!



10 tahun kemudian:

Ketika usia N U B dan A sudah bertambah 10 tahun ,, beberapa vision memang terjadi meski sedikit berantakan dan ga sesuai-sesuai banget,

N gagal menikah setelah mencetak undangan karena sang calon berselingkuh. Bahkan sampai usianya saat itu (24tahun), N masih tetap mengatur kembali puing-puing hatinya yang terserak tak beraturan. Cuti kuliah 2tahun dan melanglang buana ke Eropa dan Asia.

Sementara itu, U berhasil merealisasikan mimpinya. Di usia 22 tahun U mengikat janji dengan pria yang
dikenalnya dalam waktu 3 bulan. Bahkan sampai tulisan ini dibuat, U sedang mengandung anaknya yang ke-4. 

Hal yang paling mengejutkan adalah keputusan A yang segera melengkungkan janur kuning tepat 4 bulan. Setelah U menikah.  Saat ini, anaknya memang baru 1 tetapi A cukup bertanggung jawab dengan keputusannya untuk menikah di usia yang sama sekali tak direncanakannya.


Sementara itu B yang merasa masih memiliki sisa waktu 1 tahun lagi,, merasa aman dan tenang-tenang saja
Apalagi B baru saja lulus dari perguruan tinggi dan ingin menikmati kesaktian ijazahnya dari Universitas
ternama di negeri ini.

Singkat Cerita,,, NUAB berbahagia dengan jalurnya masing-masing.


Hari demi hari berlalu... N & B masih menyandang status Single hingga di tahun ini.

Suatu ketika, B harus melapangkan dadanya ketika mendapati berita bahwa adik U,yang berbeda usia 3
tahun dengannya akan segera menikah.Segenap suka dan duka melebur dalam konsentrat hati yang mencoba untuk dikuat-kuati...

B pun berhasil tersenyum bahagia saat menjadi pendamping pengantin bersama 3 pendamping lainnya yang berusia 12, 14 dan 17  dan B saat itu berusia 26 tahun. Setahun telah berlalu dari apa yang direncanakan. B berusaha meyakinkan dirinya bahwa momen bahagia. untuknya pasti akan datang juga. B sudah mencoba berbagai upaya untuk menenangkan dirinya hingga merepitisi aktivitas-aktivitas religiusnya. Harapannya cuma satu: B berharap momen itu segera datang, mengingat neneknya sudah pergi selamanya dan dia tidak ingin anggota keluarganyaberkurang lagi. Apalagi Ibunya. B berdoa kepada Allah agar segera  mendapatkan "Happy Ending" yang semestinya.




 Suatu hari di bulan puasa 2013, 

Kerongkongan B tiba-tiba tercekat.

Dia mendapati N telah dilamar oleh seseorang dan akan mengikat janji di akhir tahun ini.


Crapp!!!!

Tinggalah B Sendiri yang masih sendiri..dan sampai Lebaran Haji tinggal sebentar lagi,,,

B masih belum mendapati tanda-tanda itu...
  
Semoga saja,, bukan janji-janji palsu yang tengah dikonsumsinya.

Semoga saja bukan setumpuk penundaan-penundaan sepihak saja yang terus diterimanya.

Semoga saja ujian untuk bersabar bukan dijadikan alasan-alasan utama

Semoga saja kepentingan B tidak selalu disepelekan untuk kepentingan lainnya

Semoga saja B dapat dihargai dengan pantas

Semoga saja B tidak lagi disia-siakan

Semoga saja B tidak dibiarkan menunggu lebih lama lagi

Semoga kebahagiaan nyata akan segera menjadi miliknya

Amiiin,,,




Tertanda


B

Giovanna Battaglia: High Risk Taking Fashion Style Icon


Berbicara mengenai Gaya tentu tidak ada sebuah tolak ukur yang dapat dijadikan patokan yang mengesah kan suatu gaya itu yang paling benar. Gaya adalah elemen yang sangat personal, maka dari itu, masing-masing orang memiliki gaya nya sendiri.

Salah satu sosok yang akan diulas gayanya adalah Giovanna Battaglia. Battaglia adalah adalah seorang editor untuk majalah fashion Italia L'uomo Vogue. Selain itu, mantan model profesional ini juga menjadi contributor fashion di berbagai majalah.

Wanita ini seeperti tidak pernah kehabisan ide-ide yang tidak biasa dalam merepresentasikan dirinya dalam berbusana. Gayanya selalu terdiri dari salah satu unsur penting seperti; warna-warna menyala, aksesoris yang berukuran extra & potongan busana yang unik.

Hanya Giovanna Battaglia yang berhasil mengemas aksesoris hypersize menjadi cantik atau mengawinkan motif-motif aneh dalam balutan tubuhnya. Sepertinya dia paham benar rumus-rumus mendasar untuk menjadikannya tetap fashionable dalam balutan apapun.



undefined



" I always invent stuff randomly- kind of polished but still glamorous. Not too overloaded , but i try to have fun with my self. dressing up not being too obvious. Sometimes i'm just classic or wear crazy pair of shoes or accesories but i never overload it. " -Giovanna Battaglia



http://bazaarmaya.com/giovanna-battaglia 

Selasa, 07 Mei 2013

Late post: Something to learn from Alleira




Dulu… ketika menjadi salah satu PR Program  untuk sebuah stasiun televisi ternama di negeri ini,  saya kebagian tugas untuk mengurus sebuah acara yang cukup “rumit” dibandingkan dengan acara-acara harian lainnya, yaitu sebuah program kontes kecantikan. Sesuai tugasnya, saya kebagian memperisapkan serta menyusun segenap materi promosi tertulis. Mulai dari rilis, media kit hingga booklet acara.

 Akhirnya, untuk menyelesaikan tugas, saya mengumpulkan data-data para peserta, dewan juri dan para disainer yang turut berpartsipasi dalam acara tersebut. Di antara barisan nama  disainer ternama itu, hati saya tertambat pada salah satu brand batik kelas atas, Alleira Batik. Saking semangatnya profil para pendiri Alleira adalah lembar yang paling pertama selesai karena selain wajib menyelesaikan tugas, saya juga sedang mencari pembenaran di antara teman-teman saya .

Jadi, di antara teman-teman, saya adalah satu-satunya yang menentang pendapat bahwa Annisa Pohan adalah pemilik brand Alleira. Menurut teman-teman saya, Batik Alleira adalah milik menantu presiden  SBY karena (kata mereka) Alleira diambil dari nama anaknya, Aira. Makanya produk-produk Alleira selalu dipakai oleh Annisa dan Aira. Hehehe…  Alasan yang cukup bisa diterima dan Saya yakin tidak hanya kelima teman saya yang berpikir seperti itu.

Saya berpikir, betapa canggihnya strategi yang digunakan oleh tim Alleira hingga dapat menanamkan opini tersebut di beberapa benak masyarakat.  Sebab citra Batik Alleira yang berada di Mall-mall elite, mahal, kelas atas dan sangat mewah ini tepat sekali dengan sosok Annisa Pohan yang juga mewakili kemewahan, kemapanan serta elegan pada saat bersamaan. Bisa jadi  ada yang beranggapan bahwa brand “Allur”dibeli oleh Annisa Pohan  dan diganti menjadi Alleira.

Jumat lalu, 3 Mei 2013 saya berkesempatan untuk mendengarkan secara langsung “strategi-strategi” dari mereka yang beberapa tahun lalu saya tulis kisahnya. Selama hampir dua jam saya terpana mengedarkan segenap resep berbisnis yang memang tidak perlu diragukan lagi buktinya. Batik Alleira tidak hanya menjadi “tuan” di negeri ini tetapi sudah mulai memiliki tempat di hati pasar luar negeri.

Ibu Lisa Miharja, salah satu owner Alleira menjelaskan dengan detail bagaimana mereka menciptakan positioning produknya dengan jelas dan tegas. Alleira tidak di siapkan untuk bersaing dengan pasar tradisional yang sudah berakar. Alleira datang dan langsung memposisikan dirinya dengan sentuhan modern dan mencipakan kelasnya sendiri. 

Uniknya Alleira memadukan unsur timur dan barat (East & West) dalam konsep berbisnis. Sentuhan timur dipertahankan dalam proses memproduksi material Alleira yang menggunakan tehnik membatik dengan canting, malam dan lain sebagainya yang mana foto-foto proses ini ditampilkan Pak Zakaria saat presentasi. Sementara itu, unsur barat diaplikasikan pada sistem pengemasan, pemasaran dan penjualannya. Akhirnya, komitmen yang kuat dalam memegang prinsip East&West berhasil membuat Alleira berada di dalam daftar merk papan atas yang teruji kualitasnya.

Tidak hanya bercerita mengenai ilmu bisnis, para pendiri Alleira pun berbagi mengenai banyak hal, tentang bermimpi, membangun sebuah kepercayaan di dalam tim serta pentingnya menjadi penebar manfaat untuk banyak orang. Sebagai bentuk CSR, Alleira telah memberikan pelatihan kepada sebuah yayasan perempuan untuk mengolah sisa-sisa batik menjadi hiasan, boneka serta produk lainnya. Nantinya produk-produk itu dibeli lagi oleh Alleira. Wow.. 

Akhirnya setelah acara berakhir, saya mulai membuat coret-coretan, mulai mencoba mengitrospeksi dan belajar dari kesuksesan tim Alleira yang membranding Batik hingga ke luar negeri . Siapa tahu.. usaha –usaha yang sedang saya jalankan bisa ketularan suksesnya. Amin,,,

Thanks to #Road2IBF dan mas @yuswohadi yang memberikan kesempatan –kesempatan belajar seperti ini. 

Super Happy and Have a great holiday everyone