i think...

Minggu, 11 September 2011

Hari ke- 3 (30 Days Project-Sweet Sunset)

Zaterdag, 10-9-11



Demi menuntaskan misi-misi terselubung, hari ini saya dan seorang sepupu telah berencana untuk mengunjungi dua museum kebudayaan yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Ironisnya, sebagai gadis yang terlahir dan besar di Bali, saya boleh dikatakan tidak memiliki memori yang kongkrit mengenai kedua tempat unik tersebut.



Tujuan pertama adalah Museum Bali yang terletak di area Puputan Margarana Badung. Tempat ini (menurut sumber terpercaya dan beberapa bukt foto) pernah saya kunjungi waktu TK dulu namun jujur saja, saya tidak ingat sama sekali tentang isi di dalam museum asri ini. Begitu juga dengan tempat tujuan selanjutnya, UPT. Monumen Perjuangan Rakyat Bali yang berada di lapangan Niti Mandala Renon.


Ada perasaan malu kepada diri sendiri dan juga kepada bumi tempat kelahiran saya ini. Betapa panjangnya deretan nama museum-museum negeri lainnya yang sudah saya kunjungi dan bahkan berfoto di hampir setiap sudutnya. Di sini, di pulau cantik ini, rupanya dia juga memiliki museum-museum yang sangat membanggakan.

Museum Bali mengkisahkan sejarah kehidupan Bali dari jaman manusia purba hingga era Bali modern. Beragam benda-benda antik serta lukisan-lukisan yang menggambarkan kisah sejarah Pulau Dewata terpampang rapi di dalam museum ini.



Lain halnya dengan UPT. Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Sejarah-sejarah perjuangan dari masa ke masa dapat kita nikmati melalui diorama sebanyak 33 unit yang sangat menarik untuk disimak. Ulasan singkat mengenai masa pra sejarah hingga perjuangan meraih kemerdekaan ini dikemas dengan kreatifitas dan selera seni yang berhasil menghipnotis diri saya seolah membawa diri ke di masa-masa itu.


Saya merenung, menerawang dan menghayal “apakah yang akan saya lakukan jika saya berada di jaman itu? Akankah saya sehebat Sagung Wah? Secerdik Patih Djelantik? Atau sepuitis Dhang Hyang Nirartha?”



Selesai melalui kedua putaran diorama, kami menjelajah ke ruangan yang bernama Utamaning Utamma Mandala dan untuk mencapainya kami harus melalui 69 tangga yang berputar. Lagi-lagi saya terpana melihat sajian kecantikan pemandangan sekitar monumen dari atas ruangan itu. Memang bukan sesuatu yang baru menyaksikan pemandangan sejenis yang dikenal dengan istilah view from the top ini tetapi keistimewaannya adalah apa yang saya saksikan adalah bagian dari negeri saya sendiri.



Tanpa terasa langit sore telah menampakkan semburat lembayung senja pertanda sang surya akan mengistirahatkan sinarnya. What a beautiful day

Tidak ada komentar:

Posting Komentar